PUISI LUKA
Oleh : S. N. Rozita Adawiyah Ahmad Rozi
Air mata tumpah,
Bukan dipinta,
Lukanya jiwa,
Memaksa sang air mata memunculkan diri,
Lukanya dirobek,
Halus,
Perlahan,
Diam,
Tanpa mengeluarkan sebarang bunyi,
Sehingga si telinga tidak bisa tahu,
Tidak bisa menafsir,
Bunyi seperti apakah ia,
Tapi jiwa yang mengalami,
Terus tertunduk membisu,
Perit menggenggam puisi luka,
Hakikatnya ia meronta,
Tapi iman mengatakan sabar,
Hakikatnya ia rapuh,
Tapi iman mengatakan kau harus kuat untuk hadapi,
Hakikatnya ia menangis,
Tapi iman mengatakan janganlah kau bersedih,
Ingatlah kau punya Tuhan,
Yang Maha Mengetahui,
Segala apa yang kau rasai.
12:32 pm
4 Januari 2019
Jumaat
Jangan terluka lama2 ye..
ReplyDeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHaha.. Don't worry ustzh.. Sy x terluka pun..hihi. .ni just idea drpd cerite tu je.. Tetibe dpt idea nk tulis lps baca cerita kt website tu ..hahaha
ReplyDelete